Senin, 23 Februari 2026

Teruntuk Shiver

Halo selamat malam semuanya.

18 September 2025, di malam Jumat kali ini aku mau menulis tentang kucingku, Shiver.

Besok usianya genap 2 tahun.

Asal muasal Shiver

Awal punya kucing itu kucing betina, namanya choko. Dia aku dapat dari salah satu teman sepupuku. Warnanya belang tiga (calico) cantik banget. Sayang aku sama dia, ekornya agak bengkok dikit. Awalnya kukira karna dulu pernah kecelakaan, sebelum akhirnya aku tau itu emang kelainan. Kenapa aku bisa bilang gitu? karena anakanya (total empat) tiga diantaranya bengkok atau kegulung gitu ekornya wkwkwk.

Pas pertama dateng kerumah, dia jinak banget. Aku gendong, nggak ada nyakar atau berontak. Awal-awal badan geter juga tiap pegang dia, soalnya itu pertama kali aku beraniin diri pegang kucing lagi setelah 10 tahun nggak berani pegang karena pernah di cakar. Butuh beberapa minggu buat bikin badan nggak takut tiap deket dia. Untungnya dia bener-bener tipe kucing yang nggak bar-bar. Jadi sangat pas untuk aku yang baru mau mulai bonding lagi sama kucing.

Hari-hari berlalu, dia tiba-tiba birahi. Panik aku, tapi akhirnya tetep kawin juga dia :v sama kucing tetangga yang namanya unyil. Mereka punya 4 anak kucing, dua betina dan dua jantan. Yang..

Oren jantan namanya Koko, 

Oren mix putih namanya Shiver,

Hitam namanya Lily,

Calico namanya Sheshe,

Mereka lahir di tanggal 19 September 2023, cukup lama aku pelihara mereka. Sebelum akhirnya satu persatu sakit, lalu mati. Yang pertama Lily, di susul Sheshe, Choko, dan Koko. Sedih, apalagi pelihara mereka dari kecil. Tapi ya gimana lagi? Aku kubur mereka semua di belakang rumah. Tapi nggak tau letak persisnya di mana, udah lupa :)

Dari satu kucing, jadi lima kucing, kemudian menjadi satu kucing. Sisa Shiver aja sekarang. 

Sejarah nama Shiver

Banyak yang ngira nama Shiver itu aku ambil dari Lucifer (Iblis) :v padahal jelas enggak kocak. Yakali kasih nama kucing kesayangan make nama iblis. Jelas sangat tidak rasional dan tak masuk logika (kalo kata Agnes Mo).

Nama Shiver aku ambil dari satu karakter favoritku memang, tapi bukan iblis. Melainkan bayi beruang putih yang ada di film barbie favoritku dulu, namanya Shiver. Nah dari situ sebenernya nama itu terbit.

Alasan pemberian nama Shiver, selain karena suka sama karakter beruang putih yang namanya Shiver, juga dengan harapan dia bisa imut, lucu, dan punya hidup happy ending kaya beruang putih yang ada di film barbie yang kutonton itu.

Karakter Shiver selama dua tahun dirawat

Nggak ada hal yang terlalu nyebelin dari diri dia. Shiver termasuk kucing yang imut dan tidak banyak tingkah, dia juga ga pernah masuk tetangga dan nyolong ikan dsb :v.

Akhir-akhir ini cukup pendiam, setahun 1-6 bulan lebih sering main di halaman rumah. Pas setahunnan sampe menjelang dua tahun sering kelayapan. Sampai ga pulang berhari-hari dan bikin bingung orang rumah.

Baru sekarang dia hampir selalu stay di rumah. Paling-paling nongki di kebun samping rumah sambil liatin kolam ikan.

Jadi kalo bisa di rekap, dia punya beberapa karakter berbeda di tiap fase hidupnya.

1. Fase anak-anak (karakter anak-anak pada umumnya, lari-lari, manjat sana, manjat sini, penakut)

2. Fase menjelang remaja (aktif kelayapan, bukan karena nyari betina (dia keknya ga pernh birah :v) tapi lebih ke suka explore aja.

3. Fase remaja (sekarang) (di rumah, ga banyak tingkah, kalem)

Oke sekian tentang Shiver,

Happy birthday Shiver

Semoga sehat selalu, panjang umur, dan bahagia selalu.


Hai..

Tadinya aku gamau up ini, menurutku nanti ajalah pas birthday Shiver ke 5 tahun aja.

Karna ku pikir dia akan hidup setidaknya 20 tahun lagi untuk menemaniku.

Tapi ternyata, Kamis 19 Februari 2026 (hari keduaku puasa) aku mendengar kabar jika Shiver sudah meninggal karena kecelakaan sehari sebelumnya. Dan sudah di urus oleh seseorang yang pertama kali menemukan Shiver, aku tidak menanyakan lebih jauh. Dimana dia dikubur atau apapun itu. Entahlah aku tidak ingin, dan bukan karena tidak sayang. Hanya tidak ingin tau. Yang jelas, cukup lega jika jasadnya memang sudah "di urus". Yang mengurusnya juga pecinta kucing, jadi aku bisa percaya penuh.

Pertama kali aku mendengar itu, rasanya sakit, kecewa, dan sedih luar biasa. Aku biasa melihat orang-orang menceritakan kesedihannya ketika di tinggal hewan kesayangannya, jujur ga menyangka rasanya se menusuk ini.

2 minggu dia lebih senang bermain-main di bawah rumah dan tak pernah pulang. Aku membiarkannya, berpikir dia memang sedang masa birahi dan akan kembali ketika masanya selesai. Ternyata, bukan masa birahinya yang selesai seperti harapanku. Melainkan masa hidupnya yang sudah selesai di dunia. 

Aku mulai berandai-andai, 

Bagaimana jika ternyata dia pulang dan aku tidak di rumah membukakan pintu.

Bagaimana jika ternyata saat dia pulang, aku tertidur dan tak mendengar suaranya untuk membuka pintu.

Bagaimana jika dia beberapa kali mencoba pulang dan aku tak membuka pintu dan dia pergi lagi karna di kejar kucing hitam yang suka mengajaknya berlelahi.

Andai saja waktu itu aku menghilangkan rasa malasku dan pergi menjemputnya.

Bagaimana jika di detik terakhirnya, dia meminta tolong padaku. Seperti saat dia meminta tolong ketika dia di hadang kucing hitam dan aku membawa sapu untuk mengusir kucing hitam. Namun di hari itu, aku tidak datang. Dia kesakitan sendirian, sampai hembusan nafas terakhirnya.

Beberapa kali aku berandai dan berfikir bahwa ini semua karna aku terlalu ceroboh, teledor, dan pemalas.

Sungguh menyedihkan menerima kenyataan jika dia pergi dengan cara seperti ini.

Seminggu setelah dia pergi, aku membelikannya tempat makan dan minum baru. Tapi ternyata sebelum dia melihat itu, dia sudah pergi.

Di setiap sudut rumah berisi kenangannya, aku seperti melihat Shiver di mana-mana. Di setiap sudut rumah.

Aku memotong rambutku yang panjang, tempat dimana shiver suka terkulai manja ketika aku tiduran. Berharap bisa sedikit meredakan kesedihan karena terus mengigatnya. Walaupun sudah jelas itu tidak cukup berhasil.

Bagaimana dia selalu mengeong dan duduk di sampingku, tidur di sampingku, dengan deru nafasnya di samping muka yang kadang membuatku geli. Atau bagaimana dia tiba" sudah ada di atas badanku saat aku bangun tidur. Dan dia yang selalu meminta di pangku saat aku sedang fokus dengan laptopku mengerjakan skripsi. Dia selalu kesal saat aku sedang fokus dengan hal lain saat di depannya.

Terlalu banyak kenangan itu, 2 tahun lebih aku selalu melihat dia berlarian di rumah. 

Sekarang, aku enggan membuka galeri hp ku yang penuh dengan fotonya.

Enggan membuka media sosial karena isinyapun tentang dirinya semua. 

Aku juga enggan melihat tempat makan baru dan makananannya yang masih setengah toples lebih itu.

Bahkan aku enggan melihat sapu di depan kamarku, karna biasanya disana dia ada dan duduk di sapu itu. 

Karena saat melihat itu semua, aku akan langsung mengingatnya, dan itu sedih sekali.

Shiver i miss u sooo bad,

Semoga nanti ketemu lagi ya di surga, bareng sama Choko, koko, she she, dan lily juga.

Jujur sedih sekali harus kehilanganmu dengan cara seperti ini dan di moment ramadhan seperti ini. Padahal aku sudah membayangkan serunya sahur bareng kamu.

Tapi apa boleh buat, sekuat"nya aku ingin menyalahkan takdir. Tetap saja pada akhirnya aku lah yang harus menerima kenyataan itu. 

Sekarang belum bisa berlapang dada sepenuhnya, rasanya seperti ada lubang besar di hatiku. 

Aku hanya berharap semoga bisa berdamai dengan semuanya, dan semoga kamu juga berbahagia di sana bersama keluargamu. Kalian sudah berkumpul semua sekarang, lengkap. Sama persis saat pertama kalian dilahirkan oleh Choko.


Sekian..



Minggu, 28 Desember 2025

Apa bisa?

Aku Ingin..

Aku ingin jadi orang besar
Aku ingin di kenal karena intelektual
Aku ingin membawa perubahan
Aku ingin membuka mata dan pikiran banyak manusia

Tapi apa aku bisa?
Sedang aku..
Tak tau harus memulai darimana
Sedang aku..
Serasa dijerat jangkar kapal dan jatuh tenggelam di lautan

Selasa, 02 September 2025

Kabur Aja Dulu? Segampang Itu Kah?

Halo y'all!!

Selamat pagi, selamat hari Senin. Awal minggu nih, semoga kalian semangat menjalani hari sampai di weekend berikutnya.

Pagi ini aku ga ada kegiatan, cuman goleran aja di kasur. Nggak ada mood buat ngelakuiin hal produktif lain kaya masak atau apapun itu. Jadi yaudah aku mau yapping aja di blogkku sendiri HEHEHE 

Kali ini aku mau ngomongin soal hal yang sebenernya udah viral dari kapan lalu si, cuman kayanya bakal naik lagi. Apalagi setelah banyak kejadian akhir-akhir ini.

Agustus kemarin tepatnya di tanggal 17 Agustus 2025 Indonesia baru aja merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-80. Suatu moment yang menyenangkan sekaligus mengharukan untuk seluruh warga Indonesia.

Tapi beberapa saat kemudian, terjadi satu isu yang sangat menggemparkan beberapa titik di Indonesia. Banyak isu sebenernya, tetapi satu putusan menyebabkan banyaknya isu itu menjadi seperti bom waktu. Masyarakat meledak, demo dimana-mana, kemacetan bukan lagi karena banyaknya pengendara yang berangkat/pulang kerja, melainkan karena kericuhan yang terjadi.

Masyarakat memberontak, mereka tak terima dengan apa yang telah terjadi di negaranya. Putusan pemerintah yang tak sesuai dengan harapan masyarakat membuat selek antara masyarakat dan pemerintah. Hal ini tentunya sudah tidak sesuai dengan tujuan di ciptakannya sistem pemerintahan. Yang awalnya supaya bisa bergandengan membangun bangsa, malah jadi saling serang gini ujungnya.

Buat kalian yang mungkin ikut demo di luar sana, stay safe ya. Dan tetapkan tujuan kalian, jangan sampai ada oknum tak bertanggug jawab berhasil memprovokasi kalian.

Aku sendiri bukan mau bahas benar/salahnya, karena ya aku ga terlalu paham sama sistem politik (jelas itu bukan ranahku sama sekali) Kali ini aku mau bahas hal yang sempet viral, tentang kabur aja dulu



#Kabur_aja_dulu sempat jadi perbincangan hangat. Banyak netizen yang pakai hastag ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap bangsanya sendiri. Banyak yang pengen pindah ke negara lain bahkan planet lain :v karena ngerasa negara sendiri udah sangat ga worth it.

Aku ga mau judge gimana-gimana juga, balik lagi itu tergantung perspektif masing-masing. Kalau aku sendiri emang ada rencana buat ke luar si, buat belajar tentunya. Jerman adalah tujuan utama, tapi bukan berarti mau kabur dari Indo juga si, gimanapun menurut aku Indo adalah tempat aku lahir. Dan ada sedikit banyak hal yang patut untuk di syukuri karena aku lahir di sini. 

Oke, soal #Kabur_aja_dulu emang yakin itu pilihan paling baik? emang yakin itu pilihan paling bijak? Ada beberapa hal yang mungkin ada baiknya di pertimbangkan sebelum merealisasikan #Kabur_aja_dulu

1. Kesiapan Mental

Ketika mau kabur ke tempat yang bisa di bilang "tanah orang" tentunya mental harus di siapkan. Karena pastinya banyak tantangan dan rintangan yang out of the box di sana. Jangan mikir yang enak-enak aja bisa traveling sana sini, gimanapun bumi tetep aja bumi. Di penjuru manapun pasti ada aja hal-hal yang ga sesuai harapan.



Ada banyak kemungkinan, dan di antara kemungkinan baik selalu ada kemungkinan buruk. Misal, hal paling sederhana adalah rasis. Ada beberapa negara yang keliatannya open minded tapi ternyata masih rasis, jadi harus tebelin mental kalo emang mau kabur.

Melebur dengan masyarakat di sana tentunya juga harus siapin mental, apalagi kultur budaya mereka yang berbeda pasti jadi PR buat bisa adaptasi dan menyesuaikan diri. Gimana dah tuh, melebur tapi tetep punya prinsip dan jadi diri sendiri di tengah keasingan.

2. Kesiapan Finansial

Ini klise, tapi gimanapun kalian harus mikirin tentang dana darurat. Ini bakal relate khususnya buat kaum menengah kebawah. Mungkin bakal ada yang nyleneh bilang "Kan bisa kerja sambilan" Kalian harus inget kerja sambilan itu juga ada perizinan segala macem, dan ga segampang itu buat dapet.



Mungkin ada yang beruntung dan langsung bisa dapet dan bisa survive di sana. Tapi berapa banding berapa sih yang bisa kaya gitu? Apalagi in this economy era, yang semua penjuru kena dampak. Pasti di sana pun bakal ga segampang itu buat dapet kerjaan, tetep harus effort. Thats why, dana darurat adalah satu hal penting yang harus di siapin. Supaya ga berujung lontang lantung disana

3. Bahasa Dan Skill

Kalau mau survive pertama kalian harus punya modal skill. Ya minimal kalian punya hal yang bisa kalian andelin buat modal survive. Selain skill bahasa juga jadi pertimbangan utama, apalgi kalo tujuan kalian adalah negara yang mayoritas warganya masih make bahasa nasioanal mereka. Ga cukup tuh skill bahasa inggris aja, tapi skill bahasa nasional mereka juga kalian harus belajar dan minimal punya modal seenggaknya 50% paham, dan itupun harus di asah terus.



Bahasa dan skill ini harus jadi concern karena ya itu hal bassic yang mungkin akan menentukan kalian kedepannya bakal gimana disana.

4. Tujuan Yang Jelas

Sama kaya anak yang make seragam putih merah, mereka punya tujuan buat berangkat sekolah, menimba ilmu. Kalian yang pengen kabur juga harus tau tujuan kabur nya apa, disana mau ngapain, mau tinggal dimana, kira-kira buat keseharian dapet dana darimana.



Karena living cost di luar negeri emang tinggi banget (ni berdasarkan yang kubaca, dan review yang ku tonton di yt si) Jadi kalian harus mikirin ini banget, jangan tergiur sama gaji di sana yang udah di rupiahkan, karena jelas kebutuhan hidup di sana beda banget sama di sini. 

5. Jangan Fomo

Ada beberapa video dari beberapa orang Indo yang tinggal di Luar Negeri dan kesannya sangat menyenangkan. Keliatannya hidup tanpa struggle, ga ada masalah, pokonya surga banget dehhh. 



Tapi jangan tergiur sama video romantisasi  itu, gimanapun media sosial ya tetep media sosial. Orang-orang pasti pengen nunjukkin part bahagia-bahagianya aja biar yang lain  ikut seneng.

Yang jelas di tempat manapun struggle itu pasti ada, di negara lainpun pasti punya isu-isu nya tersendiri. Ya kalo kalian mau nyoba buat jadi "sosok" baru dan melebur dengan isu di tempat lain yang asing dan tidak familiar? silahkan , atau mau tetep stay dengan isu yang familiar dengan orang-orang yang familiar juga? silahkan juga. Itu pilihan..



Jadi, intinya #Kabur_aja_dulu itu bukan sekadar keputusan spontan atau ikut-ikutan tren. Ada banyak hal yang harus dipikirin matang-matang, mulai dari mental, finansial, bahasa, skill, sampai tujuan hidup. Jangan sampe cuma karena FOMO, kalian jadi terburu-buru ngambil keputusan besar yang bisa berpengaruh ke masa depan.

Kalau aku pribadi, mending mikirin gimana caranya berkembang dulu di sini. Kalau nanti ada rezeki dan kesempatan buat belajar ke luar negeri, ya alhamdulillah. Tapi itu bukan berarti aku ninggalin Indonesia selamanya. Karena sejauh apapun kaki melangkah, rasanya balik ke tanah kelahiran adalah pilihan terbaik. Apalagi semua keluargaku juga sampai saat ini masih di sini semua wkwkwkwk.

Btw, disclaimer itu opini ku aja ya. Gimanapun aku bukan orang yang pernah stay di Luar Negeri. aku bukan orang yang punya pengalaman dan ngerasaiin secara langsung gimana-gimananya. Aku disini cuman mau nulis isi otak kalo aku mau ke Luar Negeri dadakan, kira-kira itu hal bodoh atau hal yang worth it buat di coba.

Kalau nanti aku beneran ke luar negeri, doain aja bukan kabur, tapi upgrade diri.


*Oke sekian, Pict pemanis dari pinterest