Halo selamat malam semuanya.
18 September 2025, di malam Jumat kali ini aku mau menulis tentang kucingku, Shiver.
Besok usianya genap 2 tahun.
Asal muasal Shiver
Awal punya kucing itu kucing betina, namanya choko. Dia aku dapat dari salah satu teman sepupuku. Warnanya belang tiga (calico) cantik banget. Sayang aku sama dia, ekornya agak bengkok dikit. Awalnya kukira karna dulu pernah kecelakaan, sebelum akhirnya aku tau itu emang kelainan. Kenapa aku bisa bilang gitu? karena anakanya (total empat) tiga diantaranya bengkok atau kegulung gitu ekornya wkwkwk.
Pas pertama dateng kerumah, dia jinak banget. Aku gendong, nggak ada nyakar atau berontak. Awal-awal badan geter juga tiap pegang dia, soalnya itu pertama kali aku beraniin diri pegang kucing lagi setelah 10 tahun nggak berani pegang karena pernah di cakar. Butuh beberapa minggu buat bikin badan nggak takut tiap deket dia. Untungnya dia bener-bener tipe kucing yang nggak bar-bar. Jadi sangat pas untuk aku yang baru mau mulai bonding lagi sama kucing.
Hari-hari berlalu, dia tiba-tiba birahi. Panik aku, tapi akhirnya tetep kawin juga dia :v sama kucing tetangga yang namanya unyil. Mereka punya 4 anak kucing, dua betina dan dua jantan. Yang..
Oren jantan namanya Koko,
Oren mix putih namanya Shiver,
Hitam namanya Lily,
Calico namanya Sheshe,
Mereka lahir di tanggal 19 September 2023, cukup lama aku pelihara mereka. Sebelum akhirnya satu persatu sakit, lalu mati. Yang pertama Lily, di susul Sheshe, Choko, dan Koko. Sedih, apalagi pelihara mereka dari kecil. Tapi ya gimana lagi? Aku kubur mereka semua di belakang rumah. Tapi nggak tau letak persisnya di mana, udah lupa :)
Dari satu kucing, jadi lima kucing, kemudian menjadi satu kucing. Sisa Shiver aja sekarang.
Sejarah nama Shiver
Banyak yang ngira nama Shiver itu aku ambil dari Lucifer (Iblis) :v padahal jelas enggak kocak. Yakali kasih nama kucing kesayangan make nama iblis. Jelas sangat tidak rasional dan tak masuk logika (kalo kata Agnes Mo).
Nama Shiver aku ambil dari satu karakter favoritku memang, tapi bukan iblis. Melainkan bayi beruang putih yang ada di film barbie favoritku dulu, namanya Shiver. Nah dari situ sebenernya nama itu terbit.
Alasan pemberian nama Shiver, selain karena suka sama karakter beruang putih yang namanya Shiver, juga dengan harapan dia bisa imut, lucu, dan punya hidup happy ending kaya beruang putih yang ada di film barbie yang kutonton itu.
Karakter Shiver selama dua tahun dirawat
Nggak ada hal yang terlalu nyebelin dari diri dia. Shiver termasuk kucing yang imut dan tidak banyak tingkah, dia juga ga pernah masuk tetangga dan nyolong ikan dsb :v.
Akhir-akhir ini cukup pendiam, setahun 1-6 bulan lebih sering main di halaman rumah. Pas setahunnan sampe menjelang dua tahun sering kelayapan. Sampai ga pulang berhari-hari dan bikin bingung orang rumah.
Baru sekarang dia hampir selalu stay di rumah. Paling-paling nongki di kebun samping rumah sambil liatin kolam ikan.
Jadi kalo bisa di rekap, dia punya beberapa karakter berbeda di tiap fase hidupnya.
1. Fase anak-anak (karakter anak-anak pada umumnya, lari-lari, manjat sana, manjat sini, penakut)
2. Fase menjelang remaja (aktif kelayapan, bukan karena nyari betina (dia keknya ga pernh birah :v) tapi lebih ke suka explore aja.
3. Fase remaja (sekarang) (di rumah, ga banyak tingkah, kalem)
Oke sekian tentang Shiver,
Happy birthday Shiver
Semoga sehat selalu, panjang umur, dan bahagia selalu.
Hai..
Tadinya aku gamau up ini, menurutku nanti ajalah pas birthday Shiver ke 5 tahun aja.
Karna ku pikir dia akan hidup setidaknya 20 tahun lagi untuk menemaniku.
Tapi ternyata, Kamis 19 Februari 2026 (hari keduaku puasa) aku mendengar kabar jika Shiver sudah meninggal karena kecelakaan sehari sebelumnya. Dan sudah di urus oleh seseorang yang pertama kali menemukan Shiver, aku tidak menanyakan lebih jauh. Dimana dia dikubur atau apapun itu. Entahlah aku tidak ingin, dan bukan karena tidak sayang. Hanya tidak ingin tau. Yang jelas, cukup lega jika jasadnya memang sudah "di urus". Yang mengurusnya juga pecinta kucing, jadi aku bisa percaya penuh.
Pertama kali aku mendengar itu, rasanya sakit, kecewa, dan sedih luar biasa. Aku biasa melihat orang-orang menceritakan kesedihannya ketika di tinggal hewan kesayangannya, jujur ga menyangka rasanya se menusuk ini.
2 minggu dia lebih senang bermain-main di bawah rumah dan tak pernah pulang. Aku membiarkannya, berpikir dia memang sedang masa birahi dan akan kembali ketika masanya selesai. Ternyata, bukan masa birahinya yang selesai seperti harapanku. Melainkan masa hidupnya yang sudah selesai di dunia.
Aku mulai berandai-andai,
Bagaimana jika ternyata dia pulang dan aku tidak di rumah membukakan pintu.
Bagaimana jika ternyata saat dia pulang, aku tertidur dan tak mendengar suaranya untuk membuka pintu.
Bagaimana jika dia beberapa kali mencoba pulang dan aku tak membuka pintu dan dia pergi lagi karna di kejar kucing hitam yang suka mengajaknya berlelahi.
Andai saja waktu itu aku menghilangkan rasa malasku dan pergi menjemputnya.
Bagaimana jika di detik terakhirnya, dia meminta tolong padaku. Seperti saat dia meminta tolong ketika dia di hadang kucing hitam dan aku membawa sapu untuk mengusir kucing hitam. Namun di hari itu, aku tidak datang. Dia kesakitan sendirian, sampai hembusan nafas terakhirnya.
Beberapa kali aku berandai dan berfikir bahwa ini semua karna aku terlalu ceroboh, teledor, dan pemalas.
Sungguh menyedihkan menerima kenyataan jika dia pergi dengan cara seperti ini.
Seminggu setelah dia pergi, aku membelikannya tempat makan dan minum baru. Tapi ternyata sebelum dia melihat itu, dia sudah pergi.
Di setiap sudut rumah berisi kenangannya, aku seperti melihat Shiver di mana-mana. Di setiap sudut rumah.
Aku memotong rambutku yang panjang, tempat dimana shiver suka terkulai manja ketika aku tiduran. Berharap bisa sedikit meredakan kesedihan karena terus mengigatnya. Walaupun sudah jelas itu tidak cukup berhasil.
Bagaimana dia selalu mengeong dan duduk di sampingku, tidur di sampingku, dengan deru nafasnya di samping muka yang kadang membuatku geli. Atau bagaimana dia tiba" sudah ada di atas badanku saat aku bangun tidur. Dan dia yang selalu meminta di pangku saat aku sedang fokus dengan laptopku mengerjakan skripsi. Dia selalu kesal saat aku sedang fokus dengan hal lain saat di depannya.
Terlalu banyak kenangan itu, 2 tahun lebih aku selalu melihat dia berlarian di rumah.
Sekarang, aku enggan membuka galeri hp ku yang penuh dengan fotonya.
Enggan membuka media sosial karena isinyapun tentang dirinya semua.
Aku juga enggan melihat tempat makan baru dan makananannya yang masih setengah toples lebih itu.
Bahkan aku enggan melihat sapu di depan kamarku, karna biasanya disana dia ada dan duduk di sapu itu.
Karena saat melihat itu semua, aku akan langsung mengingatnya, dan itu sedih sekali.
Shiver i miss u sooo bad,
Semoga nanti ketemu lagi ya di surga, bareng sama Choko, koko, she she, dan lily juga.
Jujur sedih sekali harus kehilanganmu dengan cara seperti ini dan di moment ramadhan seperti ini. Padahal aku sudah membayangkan serunya sahur bareng kamu.
Tapi apa boleh buat, sekuat"nya aku ingin menyalahkan takdir. Tetap saja pada akhirnya aku lah yang harus menerima kenyataan itu.
Sekarang belum bisa berlapang dada sepenuhnya, rasanya seperti ada lubang besar di hatiku.
Aku hanya berharap semoga bisa berdamai dengan semuanya, dan semoga kamu juga berbahagia di sana bersama keluargamu. Kalian sudah berkumpul semua sekarang, lengkap. Sama persis saat pertama kalian dilahirkan oleh Choko.
Sekian..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar