Minggu, 23 Agustus 2026

Kesetaraan gender

Selamat malam semuanya, 

Jadi ini hari minggu kurang lebih pukul 10 malem lah ya. Besoknya, udah hari senin aja dan aku masuk shift pagi sebenernya, cuman ada yang ganjel di kepalaku.

Jadi, kan gini ya..ketika kita lahir, melalui sebuah proses sedemikian rupa, we cant request what our gender at all. Its random right? like..kita tiba-tiba udh jadi cewek atau cowok  gitu aja pas lahir, dengan segala kemampuan dan potensi genetik yang kita bawa. Its fine, itu seru-seru aja sebenernya, we can explore everything what we want,what we feel coriuous about a things or everything what we want to know the answer. Kayakk, sebenernya kita bisa kerja sama saling menopang buat maju bareng gitu loh, dan meraih tujuan bareng-bareng.

Cuman, at the end..hal yang harusnya seru tersebut malah rasanya akhir-akhir ini atau bahkan sejak dulu itu jadi boomerang ya? ada beberapa hal keterbatasan yang, sebenerna bikin kita cukup kesulitan buat hidup nyaman dan bebas.

Contoh, cowok ga boleh nangis, cewek gabisa lebih dari cowok, dan hal-hal menjengkelkan lainnya. Yang jujur, bikin aku kadang mikir kayak "whatt?? seriously???"

Sebenernya definisi kesetaraan geder itu bukan tentang cowok bisa angkat batu 1 ton make satu tangan terus cewek juga harus bisa, atau cewek mengandung, menyusui dan cowok harus bisa sebenernya sama sekali ga gtu. 

Kesetaraan gender itu lebih ke arah bagaimana baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama, memiliki kesempatan untuk memilih dan memutuskan terutama terkait dengan diri mereka sendiri.

Karna, sorry to say tapi di beberapa hal aku beberapa kali mendengar istilah 

"gapapa cowok bandelnya di habisin dulu biar pas udah puas udah lurus" 

"gapapa cowok berantem wajar, namanya juga cowok"

"ih cewek kok bandel banget"

"Ih cowok kok cengeng"

Kayak, seolah-olah kalau cowok berantem, nakal, dan rusak itu wajar karna itu merupakan bagian dari proses mereka, sehingga apapun di masa depan as long as mereka udah "lurus" yaudah mereka di anggep suci

Sedangkan cewek, misal udah di cap keluar malem, nakal, bangun siang, atau mungkin hamil duluan, di anggap tetap "cacat" even mereka di masa depan menjadi orang yang "lurus"

Kayak seolah-olah, cowok kalo nangis berarti "ga normal" istilah "cowok kok nangis" itu sangat weird menurutku karna menangis itu reaksi dari tubuh kita yang artinya kita masih punya kapasitas buat merasakan. 

Itu sama sekali ga equal

Jadi balik lagi, sebenernya semua itu tentang "hak untuk memilih"

Kesetaraan gender bukan berarti yang ribet-ribet banget kayak yang biasa di debatin, sesimple yaudahlah kasih kesempatan satu sama lain buat memilih, memiliki kesempatan buat mengutarakan pendapat, berdiskusi di meja yang sama buat meraih mufakat yang ga merugikan pihak sebelah.

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar